Sabtu, 29 Oktober 2011

H u k u m B e r-Q o r b a n

0 komentar
H u k u m  B e r-Q o r b a n



Sebelum Muslimin -Semoga Alloh Paring Barokah- Membaca Artikel Dibawah Ini, Perlu diperhatikan Beberapa Poin Penting Penjelasan Tentang:
"Syahnya Penyampaian Ilmu Menurut Salafussholih" dan
" MANQUL, MUSNAD, MUTTASHIL DAN RO’YI/PENDAPAT"

إن الحمد لله نحمده ونستعينه ونستغفره، ونعوذ بالله من شرور أنفسنا ومن سيئات أعمالنا، من يهده الله فلا مضل له، ومن يضلل فلا هادي له .وأشهد أن لا إله إلا الله وحده .لا شريك له، وأشهد أن محمداً عبده ورسوله

أما بعد



Qorban adalah penyembelihan binatang ternak yang di laksanakan atas perintah Alloh pada hari-hari raya Iedul Adhha/Qurban.

Definisi
Udhhiyyah. Idhhiyyah, Dhahiyyah, Dhihiyyah, Adhhat, Idhhat dan Dhahiyyah Yaitu binatang yang disembelih dengan tujuan taqarrub (pendekatan) kepada Alloh pada hari Iedul Adhha sampai akhir hari-hari tasyriq. (lisanul Arab 19:211, mu'jam Al-Wasith 1:537)

Jumat, 28 Oktober 2011

Kepemimpinan, Keadilan dan Politik di dalam Islam

0 komentar

Kepemimpinan, Keadilan dan Politik di dalam Islam






Sebelum Muslimin -Semoga Alloh Paring Barokah- Membaca Artikel Dibawah Ini, Perlu diperhatikan Beberapa Poin Penting Penjelasan Tentang:
"Syahnya Penyampaian Ilmu Menurut Salafussholih" dan
" MANQUL, MUSNAD, MUTTASHIL DAN RO’YI/PENDAPAT"

إن الحمد لله نحمده ونستعينه ونستغفره، ونعوذ بالله من شرور أنفسنا ومن سيئات أعمالنا، من يهده الله فلا مضل له، ومن يضلل فلا هادي له .وأشهد أن لا إله إلا الله وحده .لا شريك له، وأشهد أن محمداً عبده ورسوله

أما بعد

      Berikut Beberapa Dalil di dalam Al-Hadits tentang Kepemimpinan, Keadilan dan Politik di dalam Islam:


1. Pemimpin suatu kaum adalah pengabdi (pelayan) mereka. (HR. Abu Na'im)
2. Tidak akan sukses suatu kaum yang mengangkat seorang wanita sebagai Amir. (HR. Bukhori)

Kamis, 27 Oktober 2011

IDUL ADHA, BERKURBAN DALAM TINJAUAN AMALIAH BERDASARKAN HUKUM SYARI'AH

0 komentar

IDUL ADHA, BERKURBAN DALAM TINJAUAN AMALIAH BERDASARKAN HUKUM SYARI'AH

oleh Fadil Pradana pada 26 November 2009 jam 21:25
HUKUM DAN ADAB BERKURBAN

( باللغة الإندونيسية )
الأضحية وأحكامها

Sebelum Muslimin -Semoga Alloh Paring Barokah- Membaca Artikel Dibawah Ini, Perlu diperhatikan Beberapa Poin Penting Penjelasan Tentang:
"Syahnya Penyampaian Ilmu Menurut Salafussholih" dan
" MANQUL, MUSNAD, MUTTASHIL DAN RO’YI/PENDAPAT"


Allah 'Azza wa Jalla (Yang Maha Perkasa lagi Maha Mulia) mensyari'atkan berkurban untuk memudahkan manusia di Hari Raya. Allah memerintahkan bapak para nabi, Ibrahim 'alaihissalam untuk menyembelih putranya Ismail, maka beliau dengan serta merta memenuhi perintah Allah dengan tanpa ada keraguan. Maka sebagai ganti Nabi Ismail Allah menurunkan dari langit :
Dan Kami tebus anak itu dengan dengan seekor sembelihan yang besar. (Q.S Ash-Shaffat 107)
Semenjak saat itu, manusia menyembelih binatang ternak untuk melaksanakan perintah Allah, menyembelih hewan kurban, karena ia termasuk ketaataan yang paling utama. Berkurban hukumnya adalah sunnah muakkadah (sunnah yang ditegakkan). Dimakruhkan hukumnya untuk tidak melaksanakannya dalam keadaan mampu karena keutamaan berkurban yang sangat agung.

Senin, 24 Oktober 2011

[PERINGATAN] Celaka! Mati Berjihad, Rajin Sedekah & Baca Al-Quran, Tapi Masuk Neraka

0 komentar

[PERINGATAN]

Celaka! Mati Berjihad, Seorang Zuhud dan Abid, Rajin Sedekah & Baca Al-Quran, Tapi Masuk Neraka...!





Kita pasti bertanya, kok bisa, seorang hamba yang mati di medan jihad, berilmu dan membaca Al-Qur’an, serta dikenal karena kedermawanannya, tapi pada akhirnya terlempar ke neraka. Apa sebabnya? 


Sebelum Muslimin -Semoga Alloh Paring Barokah- Membaca Artikel Dibawah Ini, Perlu diperhatikan Beberapa Poin Penting Penjelasan Tentang:
"Syahnya Penyampaian Ilmu Menurut Salafussholih" dan
" MANQUL, MUSNAD, MUTTASHIL DAN RO’YI/PENDAPAT"


A
bu Huroirah meriwayatkan, ia pernah mendengar Rosululloh Saw bersabda;

”Manusia pertama yang diadili pada hari Kiamat nanti adalah orang yang mati syahid. Orang yang mati syahid didatangkan di hadapan Alloh. Kemudian ditunjukkan segala kenikmatan yang telah diberikan kepadanya, dan ia mengakuinya. Alloh bertanya, 'Apa yang telah kamu lakukan di dunia?'  Dia menjawab, 'Aku berperang demi membela agamamu.' Alloh berkata, 'Kamu bohong.Kamu berperang supaya orang-orang menyebutmu Sang Pemberani.' Kemudian Alloh memerintahkan agar amalnya dihitung di hadapan pengadilan-Nya. Akhirnya ia dilempar ke neraka.

Seorang penuntut ilmu yang mengamalkan ilmunya dan rajin membaca al-Qur’an didatangkan dihadapan Alloh. Lalu ditunjukkan segala kenikmatan yang telah diberikan kepadanya, dan ia mengakuinya. Alloh bertanya, 'Apa yang telah kamu lakukan di dunia?'  Dia menjawab, 'Aku menuntut ilmu, mengamalkannnya, dan aku membaca al-Qur’an demi mencari ridhamu.' Alloh berkata, 'Kamu bohong. Kamu mencari ilmu supaya orang lain menyebutmu orang alim, dan kamu membaca al-Qur’an supaya orang lain menyebutmu orang yang rajin membaca al-Qur’an.' Kemudian Alloh memerintahkan agar amalnya dihitung di hadapan pengadilan-Nya. Akhirnya ia dilempar ke neraka.

Selanjutnya, seorang yang memiliki kekayaan berlimpah dan terkenal karena kedermawanannya, didatang dihadapan Alloh. Kemudian ditunjukkan segala kenikmatan yang telah diberikan kepadanya, dan ia mengakuinya. Alloh bertanya, 'Apa yang telah kamu lakukan di dunia?' Dia menjawab, 'Semua harta kekayaan yang aku punya tidak aku sukai, kecuali aku sedekah karena-Mu.' Alloh berkata, 'Kamu bohong. Kamu melakukan itu semua agar orang-orang menyebutmu orang dermawan dan murah hati.' Kemudian Alloh memerintahkan agar amalnya dihitung di hadapan pengadilan-Nya. Akhirnya ia dilempar ke neraka.

Abu Huroiroh berkata, 'Kemudian Rasululloh menepuk pahaku seraya berkata, 'Wahai Abu Hurairah, mereka adalah manusia pertama yang merasakan panasnya api neraka Jahanam di Hari Kiamat nanti.'

(HR. Muslim)

Kekayaan Terbesar...!

0 komentar

Kekayaan Terbesar...!

oleh Fadil Pradana pada 06 Juli 2010 jam 15:22
Banyak orang mulai merasa kelelahan hidup. Hidup terasa begitu menyengat. Target – target begitu menghentak. Harapan – harapan banyak yang kandas. Lepas. Pagi buta terbangun, bergegas berangkat ke kantor, pulang malam dalam larut kepenatan dan kelelahan, serta amat jarang bisa merasakan sinar matahari di kulit. Kemudian suatu saat mereka jeda dan bertanya dalam diri: untuk apa hidup ini?Objek maupun subjek yang dikejar dalam hidup ini memang beragam. Ada yang mengejar kekayaan, ada juga yang berorientasi mencari kepopuleran. Yang penting keren. Beken. Ada yang lapar dengan kekaguman orang, ada yang demikian seriusnya di jalan-jalan spiritual sampai mengorbankan hampir segala-galanya.

Dan tentu saja, itu semua menjadi hak setiap orang untuk memilih jalur bagi dirinya sendiri. Syah dan boleh – boleh saja. Namun yang paling banyak mendapat pengikut adalah mereka yang berjalan atau berlari memburu kekayaan, baik kekayaan luar maupun dalam. Jadi pedagang, pengusaha, pegawai, pejabat, petani, tentara, supir, penekun spiritual sampai dengan tukang sapu, tidak sedikit kepalanya yang diisi oleh gambar-gambar hidup agar cepat kaya. Sebagian bahkan mengambil jalan-jalan pintas. Yang penting asal cepat jadi kaya.
Pilihan menjadi kaya tentu sebuah pilihan yang bisa dimengerti. Maklum, nggak ada orang yang mau hidup susah. Penginnya enak terus. Terbukti dengan kaya materi manusia bisa melakukan lebih banyak hal. Pun dengan kekayaan di dalam, manusia bisa berjalan lebih nlisir di lorong - lorong kehidupan. Dan soal jalur mana untuk menjadi kaya yang akan ditempuh, pilihan yang tersedia memang amat melimpah. Dari jualan asuransi, ikut MLM, memimpin perusahaan, jadi pengusaha, sampai dengan jadi pejabat tinggi. Semua bisa, namun seorang bijak dari timur pernah menganjurkan sebuah jalan sederhana menjadi kaya: contentment is the greatest wealth. Rasa cukup adalah kekayaan terbesar. Tentu agak unik mendengarnya. Apalagi di zaman yang penuh dengan hiruk - pikuk pencarian keluar. Menyebut cukup sebagai kekayaan manusia terbesar, tentu bisa dikira miring atau dituduh gila sekalian. Akan tetapi inilah sebenarnya interpretasi sabda Rasulullah SAW; Sesungguhnya yang dikatakan kaya itu bukan banyaknya harta, akan tetapi yang disebut kaya adalah kaya diri (hati). (Rowahu Muslim)

Rabu, 19 Oktober 2011

Tauhid Sesungguhnya

0 komentar
Sebait Kisa Perjuangan Syekh Nurhasan Al-Ubaidah




Ada yang bertanya, lebih tepatnya mengejek: "Mengapa ketika pertama kali memulai dakwah H. Ubaidah itu lebih memfokuskan pada dakwah al jamaah? Mengapa tidak mementingkan dakwah tauhid?." Mari kita telisik bersama, apakah pertanyaan tersebut masuk ke dalam kategori pertanyaan bodoh atau pertanyaan berkualitas.

H. Ubaidah sebagai ulama yang pertamakali menyebarkan dakwah Qur'an Hadis secara murni, karena berdasarkan Quran Hadis dengan berbekal sanad yang sahih dan mutashil, melewati berbagai macam rintangan, cobaan, bahkan percobaan pembunuhan dari kerabatnya sendiri yang ketika itu masih menganggap bahwa apa yang dibawanya adalah ajaran baru dan menyimpang dari ajaran para ulama kebanyakan (mainstream). Bukan main main, dalam mengarungi samudera rintangan ini beliau beramar makruf dan melakukannya seorang diri. Dengan berbekal keyakinan atas janji pertolongan Allah, ia lakoni semua teori dakwah islamiyah, yang pada akhirnya menurut bahasa modern tidak lain adalah teori HOW TO WIN FRIEND.

Dakwah 'ekstrim' apa adanya sudah dilaluinya. Banyak saksi sesepuh jamaah yang bercerita bahwa dahulu H. Ubaidah pernah mengalami tidak jadi menikah karena calon mertua marah besar gara gara ia melepaskan burung burung yang dipelihara oleh calon mertua dari sangkarnya. Beliau menganggap calon mertuanya adalah orang yang menganiaya binatang. Pernah pula suatu hari di pasar ia naik ke atas pohon dan berteriak untuk mengumpulkan manusia disana. Setelah orang orang berkerumun di bawahnya, ia memulai dakwah yang bertema bahwa Qur'an Hadits adalah satu satunya jalan masuk surga selamat dari neraka. Hasilnya? semua orang bubar dan sebagai hadiahnya, ia dianggap orang tidak waras. Pernah juga suatu kali karena ia mendapat porsi nasehat di kalangan ulama, ia berceramah bagaimana Qur'an Hadis itu harus jadi pedoman ibadah umat islam. Bukan malah membesar besarkan kitab kuning, kitab karangan yang pada akhirnya menjerumuskan pada amal yang bid'ah dan syirik. Dari saksi diketahui bahwa pada saat itu beliau berdakwah tanpa tendeng aling aling. Sampai ia berkata bahwa ulama yang tidak mau menerima dan mengutamakan kebenaran Qur'an Hadis adalah ulama khianat atau ulama bodoh. Semua kuping ulama yang hadir pada waktu itu merah padam dibuatnya. Akhir dari cerita sudah bisa ditebak : RUSUH. Beliau dianggap wahabi, dianggap aliran sesat. Meski tetap pada akhirnya ada seorang ulama dari Muhammadiyah, H. Ridwan, membenarkan apa yang diceramahkannya.

Namun bagi orang yang sudah benar benar yakin dan pasrah atas pertolongan dan janji Allah, tidak ada halangan baginya untuk terus mengisi amunisi dakwah islamiyahnya. Sampai pada puncaknya, dakwah 'ekstrim' H. Ubaidah tercetus pada tahun 1970 ketika ia mencetak 1000 lembar brosur yang berisi ajakan kepada seluruh umat islam agar bersatu dalam satu wujud al jamaah. Lagi lagi ini bukan perkara main main, ajakan beliau ini konon sengaja disampaikan dari tingkat kecamatan hingga sampai ke tingkat menteri. Sebagai akibat, lagi lagi bisa kita tebak : GEGER. Tetapi jika kita mau teliti, semua gegeran yang pernah terjadi dalam alur sejarah perjuangan dakwahnya adalah kosekuensi dari wujud dakwah al haq itu sendiri. Bukan disebabkan karena melawan pemerintah RI atau berkeinginan untuk mengubah tatanan sistem pemerintahan orde baru yang sangat represif pada saat itu.

الم ﴿١﴾ أَحَسِبَ النَّاسُ أَن يُتْرَكُوا أَن يَقُولُوا آمَنَّا وَهُمْ لَا يُفْتَنُونَ

” Alif Laam Miiim, apakah manusia mengira bahwa mereka akan dibiarkan begitu saja mengatakan : “kami telah beriman sedangkan mereka tidak diuji ?“

وَلَقَدْ فَتَنَّا الَّذِينَ مِن قَبْلِهِمْ ۖ فَلَيَعْلَمَنَّ اللَّهُ الَّذِينَ صَدَقُوا وَلَيَعْلَمَنَّ الْكَاذِبِينَ

“dan sungguh Kami telah menguji orang-orang sebelum mereka, maka sesungguhnya Alloh mengetahui orang-orang yang jujur dan sungguh Dia mengetahui orang-orang yang dusta”

Setelah puncak gegeran tahun 1979, maka metode dakwah ekstrim H. Ubaidah sedikit demi sedikit diatur sedemikian rupa agar masyarakat umum lebih menerima, yakni dengan cara yang lebih halus, tidak hantam kromo, yang pada akhirnya justru menyebabkan masyarakat umum menjauhi kebenaran (Qur'an Hadis).

Saat ini rupa rupanya banyak pihak yang masih juga tidak mengerti bahwa esensi dakwah H. Ubaidah itu bukan hanya mementingkan tauhid, namun lebih luas daripada itu, yakni dakwah al haq. Dakwah yang secara sadar maupun tidak disadari memisahkan antara yang haq dan yang bathil, memisahkan antara yang sunnah dan yang bid'ah, dan lain lain. Mengapa? karena tauhid itu sendiri merupakan salah satu prinsip keislaman seseorang yang seyogyanya wajib dilaksanakan secara bersamaan dengan prinsip prinsip islam yang lain. Mengapa? sebab islam itu satu. Islam itu wajib ditaati secara utuh dan sempurna, tidak setengah setengah atau parsial sesuka hawa nafsu. Dan yang perlu diingat, islam itu telah disempurnakan secara utuh oleh Sang Khaliq:

الْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ وَأَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِي وَرَضِيتُ لَكُمُ الإِسْلاَمَ دِينًا

"Pada hari ini (9 Dzulhijjah) telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu dan telah Ku cukupkan kepadamu ni'mat Ku, dan telah Ku ridhai Islam itu jadi agamamu"

Jadi bisa disimpulkan bahwa bagi H. Ubaidah, semua prinsip prinsip islam (akidah, ibadah, hukum mualamah, akhlaq, adab) adalah penting yang seluruhnya perlu dijalankan oleh setiap orang islam secara simultan (bersamaan, beriringan) agar terpenuhi cita cita luhur : berhasil masuk surga, tanpa mencicipi sedikit pun siksa neraka. Tidak boleh ada pemahaman prinsip yang satu lebih penting dari yang lain, semua sama! PENTING dan WAJIB.

Contoh : Apakah ada seorang muslim yang mengaku bertauhid, ia tidak mementingkan masalah ibadah? "baca syahadat dan percaya bahwa Allah sebagai Tuhan saja sudah cukup, tidak sholat tidak apa apa, mati tetep masuk surga. Toh kita sudah jadi orang islam". Akidah atau kefahaman seperti Ini adalah akidah konyol.

Contoh lain : Apakah ada seorang muslim yang mengaku bertauhid, ia tidak mementingkan masalah hukum muamalah? "punya istri 10 tidak apa apa, toh kita sudah bersyahadat dan mengakui bahwa Tuhan satu satunya adalah Allah Ta'ala. Toh kita sudah jadi orang islam". Bagi saya, hanya orang gila yang punya akidah atau kefahaman agama seperti ini.

Jika mau bukti bahwa dakwah H. Ubaidah pun adalah dakwah tauhid, coba tanya kepada para sesepuh jaman dulu. Dengan hanya dibekali doa dan hasil mangkul seadanya, para santri H. Ubaidah diperintah untuk beramar makruf Qur'an Hadis di daerah mereka masing masing. Dari proses amar makruf tersebut maka datanglah rintangan, cobaan, gegeran. Setelah itu maka datanglah janji Allah, berupa pertolongan. Setelah pertolongan, maka datanglah janji Allah berupa kemenangan dan kejayaan. Maka dari proses sederhana inilah para santri H. Ubaidah merasakan hikmah Tauhid Sesungguhnya, yakni suatu keyakinan bahwa ternyata akidah dan agama yang dipegangnya adalah benar, dan Allah senantiasa bersama mereka yang sungguh telah berada dalam firqah najiyah (golongan yang selamat), dan mereka yang berada dalam thaifah al manshurah (golongan yang ditolong Allah). Akibatnya, mereka semakin yakin bahwa Allah adalah satu satunya Tuhan, Allah sebagai satu satunya yang pantas disembah, dan Allah pun mempunyai nama dan sifat. Itulah tauhid sesungguhnya, itulah manisnya keimanan. Metode 'pembuktian' tauhid yang terkesan ekstrim, tapi tepat pada sasaran tanpa perlu banyak teori. Maka semakin jelas, bahwa jika seseorang melakukan Dakwah Al Haqq, maka Dakwah Tauhid sudah termasuk di dalamnya.

Saran saya, janganlah mudah terkecoh oleh propaganda orang orang yang mengaku paling sesuai sunnah salafus shalih tapi hakikatnya mereka masih belum mengerti apa maksud Allah menurunkan agama islam ke muka bumi ini. Wahai saudara, islam itu luas tidak hanya tauhid. Ketahuilah bahwa islam datang untuk membedakan mana yang benar, mana yang salah. Agar kita semua selamat dunia dan akhirat.

وَقُلْ جَاء الْحَقُّ وَزَهَقَ الْبَاطِلُ إِنَّ الْبَاطِلَ كَانَ زَهُوقًا

"Dan katakanlah: yang benar telah datang dan yang batil telah lenyap. Sesungguhnya yang batil itu adalah sesuatu yang pasti lenyap."

PAHAMILAH INTI DAKWAHMU , BILA TIDAK , ENGKAU AKAN TERSESAT DARI JALAN YANG LURUS

0 komentar

PAHAMILAH INTI DAKWAHMU , BILA TIDAK , ENGKAU AKAN TERSESAT DARI JALAN YANG LURUS






Abdur Rahman
PAHAMILAH INTI DAKWAHMU , BILA TIDAK , ENGKAU AKAN TERSESAT DARI JALAN YANG LURUS

Banyak dari kita yang ternyata belum memahami inti dakwah jama’ah yang dibawanya meski bertahun tahun menjadi da’I di jama’ah. Karena ketidak fahamannya akan inti dakwahnya akhirnya banyak da’I kelas kecil sampai kelas berat ( hatam kitab 6 ) yang terperosok dalam lubang yang sama. Dan lebih parah lagi meyebarkan racun syubhat pada orang yang sama seperti dirinya BELUM MEMAHAMI INTI DAKWAH JAMA’AH .
Sejak awal tahun 1941 masuk ke Indonesia inti dakwah tetap tidak berubah yaitu TAUHID dalam bentuk MEMURNIKAN QH dengan meninggalkan BID’AH , KHURAFAT , TAKHAYUL , SYIRIK.
Dari MEMURNIKAN PENGAMALAN QH itulah maka terjadi sebab akibat yaitu JAMA’AH . sebab setelah seseorang memurnikan pengamalannya berdasarkan al-qur’an dan hadits maka diwajibkan untuk ber BARA’AH (berlepas diri ) dari segala macam pengamalan BID”AH KHURAFAT TAKHAYUL DAN SYIRIK dan dari orang yang mengamalkannya ( S almumtahanah ayat 4 )
Bentuk dari BARA”AH termasuk yang telah dijelaskan di S ali Imran 103 dan didalam sabda Rasulullah : ALLAH ridha akan tiga dan benci akan tiga. Ridho bila kalian menTAUHIDkannya dan ber JAMA”AH dan menasehati AMIR.( HR Imam Muslim )
Jadi disini tidaklah bisa mengajak seseorang ikut jama’ah sebanyak banyaknya tanpa memperhatikan TAUHID. Akan tetapi TAUHID dgn meninggalkan BID’AH KHURAFAT TAKHAYUL DAN SYIRIKLAH yang kita fokuskan ( seperti cara ibadahnya harus sesuai QH , celananya harus sesuai QH dll), oleh sebab itu ajakan pertama kita adalah TAUHID DGN CARA MEMURNIKAN AMALAN SECARA QUR’AN HADITS. Adapun bentuk JAMA”AH itu adalah akibat dari orang orang yang bersepakat untuk berJAMA”AH setelah mrk bertauhid
Dan dikarenakan adanya hukum sebab akibat maka siapapun yang amalannya tidak sesuai dengan perintah ALLAH dan rasulNYa maka dia bukanlah JAMA”AH.
Dan disini terjadi salah faham bahwa dimana mana yang didengungkan hanya JAM’AHnya saja bukan TAUHIDNYA. Ini suatu kesalah fahaman dari seseorang yang tidak mengetahui INTI DAKWAHNYA SENDIRI.bahwa hampir setiap hari kita mengucapkan kata TAUHID akan tetapi dalam bentuk bahasa yang lain yaitu kata IKHLAS ( murni). Betul tidak ?
Bila seseorang dalam beramal sudah tidak IKHLAS (MURNI ) ATAU TAUHID maka dia pasti terperosok dan masuk kedalam subul ( jalan jalan yang lain yang sesat tentunya ).
INTI DAKWAH KITA ADALAH MENGAJAK SEMUA MANUSIA AGAR MEMURNIKAN PENGAMALAN BERDASARKAN AL-QUR’AN DAN HADITS. Dan barang siapa yang amalannya tidak murni maka dia bukanlah JAMA’AH. Karena JAMA’AH itu sekumpulan orang yang berjalan dengan mengamalkan KEMURNIAN QH.
Lalu bagaimana dengan status orang yang tidak IKHLAS /TAUHID dalam beramal mengerjakan BID’AH ? BISA jadi DIA KAFIR bisa jadi TIDAK dan yang orang yang mengerjkan bid’ah tdk mendapat syafa’at dr Rasulullah ( HR bukhory juz 9 kitab al ahkam) . tapi MUTLAK BAGI SIAPAPUN YANG MENGERJAKAN SYIRIK , KHURAFAT , TAKHAYUL MAKA DIA KAFIR TANPA PERLU PENJELASAN MESKI DIA SYAHADAT ( kecuali dia tobat tentunya). Dan saat ini ada sekelompok orang yang mengaku bertauhid dan tidak mengerjakan syirik akan tetapi didalam dakwahnya menganggap semua orang yang mengerjakan syirik , khurafat , tahayul , bid’ah sebagai ISLAM SEJATI JAMA’AH MUSLIMIN dicampur adukkan manhaj dakwah mereka. Tidak jelas bagi mereka mana islam , mana murtad , mana kafir berpaling , mana kafir mendustakan,dll. Bahkan berani memelencengkan ma’na jama’ah yang sebenarnya ke makna apapun yang hawa nafsu mrk kehendaki.
KESIMPULAN :
JADI INTI DA’WAH JAMAAH ADALAH : KITA TIDAK MENGAJAK ORANG UNTUK BERGABUNG DGN JAMA’AH KITA. AKAN TETAPI KITA MENGAJAK ORANG MEMURNIKAN QH LALU bersatu dalam satu wadah yang bernama JAMA’AH. FAHIMTUM ?
Wallahulmusta’an waliyallahu taufiq wal hidayah