Kamis, 22 September 2011

Bagaimanakah 'Amalan Ibadah Kita???




إن الحمد لله نحمده ونستعينه ونستغفره، ونعوذ بالله من شرور أنفسنا ومن سيئات أعمالنا، من يهده الله فلا مضل له، ومن يضلل فلا هادي له .وأشهد أن لا إله إلا الله وحده .لا شريك له، وأشهد أن محمداً عبده ورسوله

أما بعد

Sebelum Muslimin -Semoga Alloh Paring Barokah- Membaca Artikel Dibawah Ini, Perlu diperhatikan Beberapa Poin Penting Penjelasan Tentang: 
"Syahnya Penyampaian Ilmu Menurut Salafussholih" dan
"MANQUL, MUSNAD, MUTTASHIL DAN RO’YI/PENDAPAT"

 

Bagaimanakah 'Amalan Ibadah Kita???

Kita sebagai umat islam, Dalam konsekuensi Keber-Islam-an kita adalah dengan melakukan pengamalan-pengamalan yang sesuai dengan petunjuk2 peraktik ibadah Nabi SAW, dengan memurnikannya dan menghindari dari "sifat" yang dapat mengikis dan merusak keber-islam-an kita. diantara yang dapat merusak keberislaman kita adalah dalam perkara "bid'ah" yang dikaitkan dengan ibadah kepada Alloh SWT, dan menyamakannya seakan-akan merupakan Syari'at didalam Ad-Dien. berikut akan diterangkan sedikit mengenai pengertian dan konsekuensi dari pengamalan yang ter-"cemar" perkara bid'ah, sehingga kita dapat menghindarinya, dan sebisa mungkin "mencocoki" ibadah kita dengan Sunah Nabi SAW sebagai junjungan dan suri teladan umat Islam...

Dalil-Dalil Tentang Bid’ah:

[1]. Hadits Al Irbadh Ibnu Sariyah radhiyallahu’anhu,

وإياكم ومحدثات الأمور ؛ فإن كل محدثة بدعة وكل بدعة ضلالة

“Jauhilah oleh kalian perkara-perkara yang baru (muhdatsat), karena setiap yang baru itu adalah bid’ah dan setiap bid’ah itu sesat !!!”. [HR. Abu Dawud no. 4607, HR. Tirmidzi no. 2676, HR. Ibn Majah no. 42]

[2]. Hadits Jabir bin Abdullah radhiyallahu’anhu,

إن أصدق الحديث كتاب الله ، وأحسن الهدي هدي محمد ، وشر الأمور محدثاتها ، وكل محدثة بدعة ، وكل بدعة ضلالة ، وكل ضلالة في النار

"Sesungguhnya sebaik-baik perkataan adalah kitab Allah (Alqor'an) dan sebagus-bagusnya tuntunan adalah tuntunan Muhammad (Alhadits) dan urusan yang paling jelek adalah sesuatu yang diada-adakan (dalam agama) dan setiap yang diada-adakan (dalam agama) itu adalah bid’ah dan setiap bid’ah itu sesat dan setap kesesatan itu (tempatnya) di neraka". [HR. an-Nasa‘i no. 1578]

[3]. Hadits Aisyah radhiyallahu’anha.

من احدث في امرنا هذا ما ليس منه فهو رد.

"Barangsiapa mengada-ada (sesuatu) dalam urusan (agama) kami ini, padahal bukan termasuk bagian di dalamnya, maka dia itu tertolak". [HR. Bukhari no. 2697, Muslim no. 1718]

dari Ketiga hadits di atas dapat kita ambilkan pengertian, dimana menunjukkan tiga batasan dan hakikat bid’ah menurut syari'at. Dan sesuatu tidak bisa dikatakan bid’ah menurut syari'at, kecuali jika memenuhi tiga syarat itu, yaitu:

1. Al-Ihdaats (mengada-adakan)

2. Mengada-adakan ini disandarkan kepada agama

3. Hal yang diada-adakan ini tidak berpijak pada dasar syari'at, baik secara khusus maupun umum. [4]

---------------------------------------

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam:

“Artinya : Janganlah kamu sekalian mengada-adakan urusan-urusan yang baru, karena sesungguhnya mengadakan hal yang baru adalah bid’ah, dan setiap bid’ah adalah sesat”. [Hadits Riwayat Abdu Daud, dan At-Tirmidzi ; hadits hasan shahih].

dari hadits diatas, kita dapat mengambil ta'wil bahwa : tidak dibenarkannya pemahaman yang mengatakan bahwa adanya "Bid'ah Hasanah", yaitu amaliyah Bid'ah yang dianggap benar dalam urusan Ibadah, sebagaimana mayoritas Umat Islam di negri ini memahaminya.

---------------------------------------

Bagaimanakah Dengan Praktik Amal Ibadah Kita Sehari2???

Apakah Sudah Mensesuaikannya Dengan Praktik Amal Nabi Muhammad SAW???

---------------------------------------

Allohu'alam... semoga kita dapat mengambil I'tibar dari penjelasan singkat ini... amiiin...

Mohon maaf bila terdapat kata2 yang salah, menyakitkan dan menyinggung....

Wassalamu'alaikum... ^_^

0 komentar:

Posting Komentar